Senin, 12 Januari 2015

FILSAFAT ADMINISTRASI

A.    SOAL

1.      Berikan pernyataan bahwa dengan mata kuliah filsafat administrasi sudara mampu/kurang mampu menguasai konsep teoritis, susunlah konsep filsafat aministrasi mengacu pada materi kuliah yang sudah diberikan
2.      Berikan pernyataan bahwa dengan mata kuliah Filsafat Administrasi Sudara mampu/kurang mampu menyelesaikan masalah dengan arif dan bijaksana dalam pengambilan keputusan, serta berikan contoh masalah dan upaya pemecahannya
3.      Berikan pernyataan bahwa Saudara siap/kurang siap atas tanggung jawab pekerjaan sendiri/organisasi untuk mencapai capaian hasil kerja, berikan contoh konkrit atas pelatihan yang Saudara lakukan.


SOAL JAWABAN
1. KONSEP FILSAFAT ADMINISTRASI
Ø  Untuk mengetahui sejak kapan munculnya ilmu pengetahuan
Ø  Agar mampu untuk Berpikir logis, sistematis dan Kritis untuk memper oleh kebenaran
2. CONTOH KONKRIT ATAS PELATIHAN YANG SAUDARA LAKUKAN
Ø  Contoh yang sering terjadi di kehidupan para remaja jaman sekarang, kita bisa melihat bahwa sebagian besar dari mereka mencintai dunia Korea atau istilahnya K-Pop. Mereka berlomba lomba untuk membeli semua perlengkapan dan peralatan yang menghubungkan mereka dengan dunia Korea.
Ø  Misalnya mereka mencintai salah satu Boyband atau Girlband Korea. Mereka akan mencari tahu tentang Boyband atau Girlband itu lebih dalam dengan membeli semua buku atau DVD’nya. Dengan begitu mereka akan lebih bisa mengetahui Boyband atau Girlband tersebut sedalam – dalamnya. Dari yang disukai, yang dibenci, yang dicintai, sifat – sifatnya, lagunya atau apapun itu mereka pasti mengetahuinya.
Ø  Hal tersebut bisa dikatakan bahwa mereka telah berfilsafat. Karena mereka berusaha mengetahui tentang Boyband atau Girlband tersebut sedalam – dalamnya. Itulah contoh yang bisa saya gambarkan mengenai orang yang berfilsafat.
3. TANGGUNG JAWAB PEKERJAAN SENDIRI/ORGANISASI UNTUK MENCAPAI CAPAIAN HASIL KERJA
Konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR Corporate Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, melainkan juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang.