A.
SOAL
1. Berikan
pernyataan bahwa dengan mata kuliah filsafat administrasi sudara mampu/kurang
mampu menguasai konsep teoritis, susunlah konsep filsafat aministrasi mengacu
pada materi kuliah yang sudah diberikan
2. Berikan
pernyataan bahwa dengan mata kuliah Filsafat Administrasi Sudara mampu/kurang
mampu menyelesaikan masalah dengan arif dan bijaksana dalam pengambilan
keputusan, serta berikan contoh masalah dan upaya pemecahannya
3. Berikan
pernyataan bahwa Saudara siap/kurang siap atas tanggung jawab pekerjaan
sendiri/organisasi untuk mencapai capaian hasil kerja, berikan contoh konkrit
atas pelatihan yang Saudara lakukan.
SOAL JAWABAN
1.
KONSEP FILSAFAT ADMINISTRASI
Ø Untuk
mengetahui sejak kapan munculnya ilmu pengetahuan
Ø Agar
mampu untuk Berpikir logis, sistematis dan Kritis untuk memper oleh kebenaran
2. CONTOH KONKRIT ATAS PELATIHAN YANG SAUDARA LAKUKAN
Ø Contoh
yang sering terjadi di kehidupan para remaja jaman sekarang, kita bisa melihat
bahwa sebagian besar dari mereka mencintai dunia Korea atau istilahnya K-Pop.
Mereka berlomba lomba untuk membeli semua perlengkapan dan peralatan yang
menghubungkan mereka dengan dunia Korea.
Ø Misalnya
mereka mencintai salah satu Boyband atau Girlband Korea. Mereka akan mencari
tahu tentang Boyband atau Girlband itu lebih dalam dengan membeli semua buku atau
DVD’nya. Dengan begitu mereka akan lebih bisa mengetahui Boyband atau Girlband
tersebut sedalam – dalamnya. Dari yang disukai, yang dibenci, yang dicintai,
sifat – sifatnya, lagunya atau apapun itu mereka pasti mengetahuinya.
Ø Hal
tersebut bisa dikatakan bahwa mereka telah berfilsafat. Karena mereka berusaha
mengetahui tentang Boyband atau Girlband tersebut sedalam – dalamnya. Itulah
contoh yang bisa saya gambarkan mengenai orang yang berfilsafat.
3. TANGGUNG
JAWAB PEKERJAAN SENDIRI/ORGANISASI UNTUK MENCAPAI CAPAIAN HASIL KERJA
Konsumen, karyawan, pemegang saham,
komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang
mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, CSR Corporate
Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR)
berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana suatu
organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus
mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek
ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, melainkan juga harus
menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik
untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang.